Hari Ini:

Sabtu 29 Jul 2017

Jam Buka Toko:

Jam 08.00 s/d 18.00 WIB

SMS/Whatsapp:

08157988779

BB Messenger:

7E7424C0

Email:

2ndchoices@gmail.com

Layanan Online:

Testimoni

Pembayaran Melalui

Sejarah ANDROID

20 August 2011 - Kategori Blog

Google Mengakuisisi Android, Inc.

Kisaran 2005, Google membeli Android, Inc, sebuah perusahaan kecil yang baru saja tumbuh berbasis di Palo Alto, California. Beberapa orang yang termasuk di dalamnya pernah bekerja di Google, seperti Rich Miner wakil pendiri Wilfire Communications, Andy Rubin pendiri Danger (perusahaan jasa perangkat lunak), Chris White insinyur di Webtv, dan Nick Sears mantan VP di T-Mobile. Rubin dan kawan-kawannya mulai mengembangkan sistem operasi berbasis Linux untuk ponsel dan perangkat mobile lainnya. Target utama mereka adalah pengembang handset dan operator.

Menurut informasi pihak Google, langkah akuisisi tersebut merupakan ide cermelang. Sepanjang sejarah Google, itu merupakan langkah tepat dan paling menguntungkan perusahaan. Secara tidak langsung Andy Rubin, sebagai penemu Android turut serta menjadi bagian dari sejarah produk Google, sekaligus punya tanggung jawab terhadap kelangsungan sistem operasi opensource tersebut. Bersama dengan timnya, Rubin mampu menunjukkan bahwa mereka bisa membuat Android jadi pusat perhatian saat itu.

Pada awalnya David Lawee yang menjabat sebagai Vice President of Corporate Development, sempat ragu akan keputusannya. Karena selama dua tahun setelah akuisisi, Rubin belum menghasilkan imbal balik yang sepadan bagi Google. Akhirnya, Lawee harus mengangkat dua jempol untuk Rubin dengan mulai maraknya smartphone yang mengandalkan sistem operasi Android sebagai basis dalam waktu yang tidak berselang lama.

Mereka sukses dengan usaha tersebut. Apalagi Android adalah sistem yang mudah dioperasikan, cukup fleksibel dan upgradeable. Waktu terus bergulir, dan saat yang tepat bagi dunia untuk menjadi saksi masuknya Google ke pasar ponsel. Saat yang segera diikuti rumor akan munculnya handset baru bermerek Google. Handset tersebut, itulah Android yang dijumpai sekarang ini.

Open Handset Alliance

5 November 2007 hari besar bagi beberapa perusahaan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Motorola, Intel, Qualcomm, Sprint Nextel, T-Mobile, dan NVIDIA, mereka duduk bersama membentuk Open Handset Alliance (OHA). Mereka menyatakan memiliki tujuan untuk mengembangkan standar terbuka bagi perangkat mobile dan meluncurkan produk baru bernama Android, sebuah platform perangkat mobile yang dibangun berdasar Kernel Linux.

Sebelumnya, pengembang harus berjuang untuk memecah bit OS ponsel sasaran. Jika berhasil, pengembang mendapatkan salah satu bagian dari sistem untuk menjembatani mereka dengan program-program yang terdapat pada ponsel. Cukup sulit jika harus bekerja sendiri.

Walau mungkin tidak sesederhana itu, tetapi bagi komunitas pengembang, hal tersebut merupakan langkah besar ke depan. Sementara di luar itu beberapa orang penting dalam dunia telekomunikasi membuat istilah Linux For Mobiles (LiMo) untuk mempertajam eksistensi Android. Google pun mendukungnya guna memberikan harapan yang lebih besar lagi pada dunia. Hanya satu harapan, yaitu pengembang jadi lebih bersatu, sehingga menarik pengguna yang lebih luas lagi di masa depan.

Teori di balik sistem tersebut sangat mirip dengan teori yang telah membuat Google sukses sejauh ini. Mobile Advertising dan berbagi umpan balik masyarakat sepertinya turut membantu platform yang satu ini semakin cerah di masa itu. Segala bentuk usaha kembali ke misi utamanya, yaitu Android sukses dengan campur tangan Google dan OHA.

[ dikutip dari berbagai sumber ]

Search Amazon.com for Android

, , ,