Hari Ini:

Sabtu 29 Jul 2017

Jam Buka Toko:

Jam 08.00 s/d 18.00 WIB

SMS/Whatsapp:

08157988779

BB Messenger:

7E7424C0

Email:

2ndchoices@gmail.com

Layanan Online:

Testimoni

Pembayaran Melalui

Mendapatkan Duit Melalui Affiliate Marketing

02 February 2011 - Kategori Blog

Apa Itu Affiliate Link

Untuk melakukan Affiliate Marketing, kita tidak diharuskan mempunyai website. Namun, sangat disarankan agar kita memilikinya. Ketika kita mempromosikan produk/jasa orang lain (Affiliate Marketing) maka kita akan diberikan sebuah link, dimana link ini hanya kita yang punya. Contoh: http://namawebsite.com/?id=joko -> ini juga disebut sebagai Affiliate Link. Kemudian kita berikan link ini kepada teman kita yang bernama Bambang, diharapkan agar dia meng-klik link tersebut. Affiliate Link pada bagian belakang “?id=joko” adalah tanda pengenal untuk memberitahu kepada pemilik website http://namawebsite.com bahwa seorang yang bernama Joko telah mereferensikan Bambang kepada situsnya. Jadi jika kita mempromosikan produk/jasa orang lain, hanya perlu memberikan Affiliate Link kita kepada target audience.

Ada baiknya kita sebaiknya membuat website di bidang yang akan kita bidik. Misalnya kita akan membidik pasar golf, maka kita membuat website seputar golf. Jaman sekarang membuat website sudah sangat mudah. Kita tidak perlu mengerti html, cukup klik dan klik dan website akan jadi. Kabar baiknya, jaman sekarang untuk membuat sebuah website juga tidak perlu bayar sepeser pun (namun disarankan apabila kita mempunyai budget, lebih baik menginvestasikan sejumlah uang kecil tersebut untuk kemajuan bisnis kita).

Membuat Website (Gratis)

Cara paling mudah untuk membuat website saat ini adalah dengan menggunakan blog. Untuk membuat blog yang gratis, kita bisa ke Blogger. Disini tidak perlu membahas bagaimana caranya membuat sebuah blog di Blogger, karena disitu sudah banyak tutorial yang bisa kita baca sendiri. Pilihlah nama blog yang sesuai dengan niche kita. Jika kita mau bidik pasar golf, pilihlah nama yang berhubungan, misalnya: http://Golf.Blogspot.com, http://GolfEnthusiasts.Blogspot.com, atau yang serupa. Semua blog yang kita bikin di Blogger akan berakhir dengan kata “blogspot.com”.

Membuat Website (Bayar)

Disarankan apabila kita ada budget, maka investasikanlah sedikit uang untuk membeli domain dan hosting untuk website kita. Domain adalah nama website. Contoh: www.google.com adalah domain, www.yahoo.com adalah domain juga. Hosting adalah tempat untuk menampung domain. Ibaratnya seperti ini : ALAMAT rumah kita adalah domain. Di alamat tersebut, terdiri sebuah rumah, nah BANGUNAN rumah ini adalah hosting.

Biaya domain kurang lebih US$9-10/tahun. Saya sering beli domain di GoDaddy, tapi kita tidak harus beli disana karena terkadang ada tempat lain yang menawarkan harga yang lebih murah, contohnya adalah EstDomains (saat saya menulis ini, mereka menjual .com hanya dengan $6.39). Perusahaan-perusahaan seperti GoDaddy dan EstDomains disebut sebagai Domain Registrar. Pada umumnya Domain Registrar suka mengadakan promo atau spesial diskon dari waktu ke waktu. Jadi harga mereka bisa berubah-ubah, namun tidak akan melebihi $10/tahun.

Untuk hosting, kita bisa pakai UltraWebHost atau Hostgator. Kalau kita hanya mempunyai 1 domain yang mau di-hosting, UltraWebHost lebih murah. Harga mereka cukup kompetitif. Bila kita tidak suka dengan kedua hosting tersebut bisa juga ke Google untuk mencari hosting yang cocok bagi kebutuhan kita. Untuk hosting, sangat disarankan mencari hosting yang menggunakan cPanel. cPanel adalah sebuah sistem untuk mengelola hosting kita secara mudah tanpa perlu mengetahui banyak script dan coding. 99,99% Internet Marketer menggunakan cPanel untuk mengelola hosting mereka (termasuk saya). Saat ini sudah banyak hosting company yang menggunakan cPanel sebagai sistem pengelolaan hosting account-nya. Untuk blog yang bayar, bisa menggunakan platform WordPress sebagai blog kita. WordPress adalah platform open source (artinya script program-nya gratis).

Membuat Content Untuk Blog & Melakukan Affiliate Marketing

Nah sekarang kita sudah mempunyai sebuah blog (Blogger atau WordPress). Langkah berikutnya adalah mengisi content di blog kita. Disini kita akan memakai contoh golf lagi – berarti niche kita adalah golf, dan target audience kita adalah orang-orang yang suka dan berantusias bermain golf.

Namun, kita perlu berpikir lebih lanjut lagi : apakah orang-orang tersebut orang Indonesia saja atau semua orang di seluruh dunia? Disarankan untuk kita bermain di pasar internasional. Artinya target audience kita adalah seluruh dunia. Mengapa? Karena pasar Indonesia sangat sempit, yang artinya target audience kita jumlahnya sangat sedikit dibanding apabila target audience kita adalah seluruh dunia. Memang tidak diketahui dengan pasti jumlah pengguna Internet di Indonesia ada berapa, namun secara logika coba kita bayangkan kira-kira pengguna Internet di Indonesia yang JUGA suka main golf kira-kira ada berapa?

Jika kita memutuskan untuk membidik seluruh dunia, maka kita harus menggunakan bahasa Inggris. Kita tidak perlu mahir, cukup bisa membaca dan menulis bahasa Ingris yang sederhana. Sederhana tetapi ketika kita menulis sebaiknya format kalimatnya tidak kacau dan bisa dimengeri oleh si pembaca.

Setelah kita menentukan bahasa, langkah berikutnya adalah mengisi content di blog kita. Ada beberapa cara untukk mengisi content blog golf kita dan juga melakukan Affiliate Marketing:

1. Melakukan review terhadap produk yang akan kita pasarkan (product review). Misalnya kita akan menjual buku yang mengajarkan para pemain golf bagaimana meningkatkan skill golf mereka, maka kita tulis sebuah penilaian (review) terhadap buku tersebut di blog kita. Kita bisa menulis :

  • Apakah buku tersebut bermanfaat atau tidak (menurut kita)?
  • Jika bagus, mengapa?
  • Sebutkan juga negative point-nya (secara umum orang akan mencurigai kita apabila kita hanya bilang bagus bagus dan bagus, karena mereka tahu kita akan mendapatkan komisi apabila bisa menjual buku tersebut).
  • Yang penting adalah positive point-nya lebih banyak daripada negative poit-nya. Disini kita merekomendasi produk yang benar-benar bagus dan bukan produk “sampah”.

2. Selain melakukan review terhadap sebuah produk/jasa, ada baiknya juga kita menulis tentang apa saja yang berhubungan dengan golf. Misalnya, kita bisa bercerita pengalaman kita bermain golf pertama kali, bagaimana kita bisa sampai tahap sekarang ini, dan lain sebagainya. Atau mungkin kita menemukan sebuah cara untuk meningkatkan skill golf, bisa juga bisa kita sharing di blog. Dengan bercerita dan ber-sharing seperti ini, pembaca blog akan lebih percaya terhadap rekomendasi yang kita tawarkan. Mereka akan lebih “nyambung” dengan kita, karena di pikiran mereka, kita sama dengan mereka suka main golf, dan kita juga tidak pelit men-sharing ilmu. Ini sebabnya mengapa sangat disarankan untuk memilih niche yang kita pahami dan sukai. Intinya adalah, kita perlu memberikan value dan free content selain product review.

3. Blog kita sudah siap menerima komentar (comments) dari pengunjung. Gunakan dengan baik fungsi ini. Biarkan pengunjung berkomentar tentang apa yang kita tulis (tentunya kita perlu melakukan monitoring agar komentar yang bersifat spam tidak masuk ke blog kita). Lalu jawab pertanyaan atau komentar mereka. Tentunya kita tidak perlu menjawab setiap pertanyaan/komentar. Dengan adanya tukar pikiran antar dua pihak (kita dan pengunjung), artinya telah memberikan alasan bagi mereka agar kembali lagi ke blog kita untuk mengecek apakah komentar mereka telah dibalas atau tidak. Dan jika pengunjung merasa ada manfaatnya atau merasa lucu/seru mengikuti komentar yang ada di blog kita, maka mereka juga akan memberi tahu teman-temannya. Coba kita ingat kembali: berapa sering teman kita mem-forward email lucu/seru ke kita?

4. Kita juga bisa menulis tentang diri kita sendiri. Ya, walaupun tidak ada hubungannya dengan golf juga tidak apa apa. Pengunjung kita adalah manusia, kita juga manusia. Manusia secara umum mempunyai sifat yang ingin tahu. Bergaullah dengan pengunjung kita, kasih tahu mereka siapa diri kita, kita lahir dimana, profesi kita apa, dan pasanglah foto kita. Dengan demikian mereka tahu dibalik blog adalah seorang manusia asli. Dengan demikian pula mereka akan lebih mempercayai kita dan tentunya rekomendasi kita.

5. Jika memungkinkan, berilah freebies juga kepada pengunjung. Apa yang dimaksud dengan freebies? Freebies adalah barang gratis (tapi bukan murahan) yang berharga dan berhubungan dengan niche kita. Dalam contoh ini berikanlah report atau e-book yang memberikan tips-tips bagaimana bermain golf dengan golf swing yang lebih mantap, atau bagaimana melindungi kulit supaya tidak terbakar ketika bermain golf seharian, atau apa saja yang berhubungan dengan aktivitas golf.

Point-point semua di atas memfokuskan kepada sebuah prinsip, yaitu: memberi dan memberi dan memberi terlebih dahulu, dan secara OTOMATIS kita akan berhasil menjual (melakukan Affiliate Marketing). Kebanyakan orang hanya mau mengambil dan meminta tanpa mau memberi terlebih dahulu. Ini adalah kesalahan yang sangat FATAL. Beberapa sering kita dengar kata-kata yang seperti ini: “Loe beli dulu dong, baru entar gue bagi2 rejeki sama loe” atau “Yang penting loe mau beli dulu ga nih, kalau mau ya baru deh gue sharing rahasia gue“.

Di jaman sekarang, konsumen mempunyai SANGAT BANYAK pilihan. Pertanyaannya jika kita sama dengan orang lain, mengapa konsumen harus membeli sama kita? Kecuali kita adalah seorang yang sudah terkenal, kita baru boleh jual mahal. Contoh : Joko mau mengadakan wedding dan ia ingin mengundang Krisdayanti untuk menyanyi pada hari wedding-nya. Nah Joko minta ketemu dengan Krisdayanti terlebih dahulu sebelum wedding untuk test apakah ia mampu menyanyi dengan baik atau tidak. Kira-kira gimana jawaban Krisdayanti? Krisdayanti bisa jual mahal karena ia adalah orang yang sudah terkenal. Andaikan kita adalah seorang wedding singer yang baru saja terjun di bidang ini, dan Joko meminta kita untuk melakukan test nyanyi terlebih dahulu, apakah kita akan menolak?

Jika orang belum kenal dengan kita, belum tahu kita siapa, maka kita perlu memberi, memberi dan memberi terus sampai kita membangun sebuah brand yang dikenal oleh orang. Kalau orang lagi berbincang tentang golf : “Tuh tanya aja sama si Joko, kayanya dia tahu semuanya“.

Mempromosi Produk Apa Saja?

Setelah kita mengetahui bagaimana caranya merekomendasi dan mempromosi produk orang lain, tentu langkah berikutnya adalah mengetahui produk apa saja yang bisa kita promosikan. Ada beberapa tempat yang bisa kita kunjungi untuk melihat apa saja yang bisa dipromosikan. Tempat-tempat ini biasa disebut sebagai merchant account, artinya mereka mem-fasilitasi agar si pemilik produk (product owner) dan si pemasar produk (affiliate marketer) bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus pusing memonitor siapa menjual produk apa. Product owner tidak terlalu pusing mencari affiliate memasarkan produknya, dan si affiliate marketer juga tidak terlalu pusing mencari produk yang mereka bisa promosikan.

Berikut ini adalah beberapa tempat yang bisa kita lihat untuk mencari apa saja yang bisa dipromosikan :

  1. Clickbank -> sayangnya ini tidak berlaku untuk orang Indonesia, karena mereka tidak menerima affiliate dari Indonesia. Namun jika ada saudara atau teman kita yang tinggal di US, Australia, atau Singapura, mungkin kita bisa bekerja sama dengan mereka untuk membuka affiliate account. Untuk info lebih lanjut dan lihat negara apa saja yang mereka bisa terima, kunjungilah situsnya dan lihat secara langsung.
  2. PayDotCom
  3. Affilitate Bot
  4. Amazon
  5. Commission Junction
[ dikutip dari artikel-artikel Welly Mulia ]

Search Amazon.com for Affiliate Marketing

, , , ,