Hari Ini:

Sabtu 29 Jul 2017

Jam Buka Toko:

Jam 08.00 s/d 18.00 WIB

SMS/Whatsapp:

08157988779

BB Messenger:

7E7424C0

Email:

2ndchoices@gmail.com

Layanan Online:

Testimoni

Pembayaran Melalui

GPS & Pengembangan Apikasinya

09 March 2012 - Kategori Blog

Pernah mengalami tersesat? Pasti menyebalkan. Selain bolak-balik, kadang rasa panik kerap menghampiri, apalagi jika nyasarnya di daerah yang belum pernah dikunjungi. Membawa peta memang bisa menjadi solusi, tapi bentuk peta yang lipatan ditambah sulitnya mencari titik koordinat membuat orang mulai meninggalkannya dan memanfaatkan Global Positioning System (GPS) untuk membantu mencari lokasi tujuan saat bepergian.

GPS merupakan alat yang menginformasikan posisi kita di bumi ini. Seiring perkembangan banyak aplikasi GPS yang diciptakan, tidak hanya sekedar untuk mengetahui posisi tapi juga menuju suatu sistem yang mengeksploitasi informasi guna kemudahan penggunanya. Fungsi alat ini tidak saja digunakan oleh perusahaan dalam memantau kegiatannya, tapi GPS juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas termasuk mereka yang sering melakukan perjalanan.

Seperti diketahui, sebelum alat ini dikenal, dahulu orang menggunakan beberapa tanda alam dalam menentukan lokasi dan arah. Pada saat mereka berada di darat, mereka menggunakan beberapa acuan alam seperti pegunungan, pepohonan ataupun jenis bebatuan. Tanda-tanda alam di atas sifatnya tidak kekal. Apabila terjadi bencana alam, misalnya banjir yang mengakibatkan tanah longsor atau gempa bumi, dapat menghilangkan semuanya itu. Untuk menggantikan tanda-tanda alam tersebut, maka orang mulai menggunakan kompas sebagai penentu arah dan juga rasi bintang tertentu, terutama bagi para nelayan. Namun metode pengamatan bintang ini sangat memakan waktu, karena orang harus menghitung sudut yang ada diantara bintang-bintang untuk menentukan arah bepergian di lautan yang luas.

Dengan GPS, alat ini mampu memberikan posisi dengan cepat secara terus menerus di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca. Artinya, dengan alat ini siapapun dapat mengetahui posisi geografis (lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut) sebuah daerah. Bahkan karena karakteristiknya, penggunaan GPS belakangan dipercaya dapat meningkatan efisiensi, fleksibilitas dan pelaksanaan aktivitas yang terkait dengan penentuan posisi, karena dapat memperpendek waktu pelaksanaan dan sanggup menekan biaya operasionalnya.

Seperti yang dikatakan Reinhardt Kumala, General Manager PT. Asia-Digital, GPS adalah alat penerima sinyal yang satelitnya sendiri ada sekitar 30 unit lebih tersebar mengelilingi bumi. Sinyal yang dikirim oleh satelit-satelit ini akan diterima oleh unit GPS. Saat ini sistem GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, terutama digunakan pada aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi.

Saat ini GPS adalah sistem satelit navigasi yang paling populer dan paling banyak diaplikasikan di dunia, baik di darat, laut, udara, maupun angkasa. Disamping aplikasi-aplikasi untuk militer, bidang-bidang aplikasi GPS yang cukup marak saat ini antara lain meliputi survai pemetaan, geodinamika, geodesi, geologi, geofisik, transportasi dan navigasi, pemantauan deformasi, pertanian, kehutanan, dan bahkan juga untuk orang-orang yang suka melakukan perjalanan.

Perangkatnya sendiri sudah banyak yang beredar, tapi pada dasarnya ada tiga macam tipe alat GPS, dengan masing-masing memberikan tingkat ketelitian posisi yang berbeda-beda. Tipe alat GPS pertama adalah tipe navigasi (Handheld dan Handy GPS) yang sering digunakan untuk keperluan umum seperti pada ponsel, penunjuk arah pada alat transportasi, untuk pendakian maupun adventuring. “Dengan alat ini orang-orang yang menyukai perjalanan terutama yang bersifat adventure tidak perlu lagi takut akan kehilangan arah, karena alat ini mampu menjadi petunjuk selama perjalanan. Alat ini bisa menunjukkan posisi, track, map, dan navigasi arah. Dengan bermodalkan alat ini kita bisa marking plot tempat-tempat yang menarik seperti sungai, warung makan, air terjun atau point of interest yang lain dan nantinya bisa kita share ke para traveler lain yang mungkin akan berkunjung ke lokasi yang sama”, papar Reinhardt.

Tipe alat yang kedua adalah tipe geodetik single frekuensi (tipe pemetaan), yang biasa digunakan dalam survai dan pemetaan yang membutuhkan ketelitian posisi sekitar beberapa sentimeter sampai dengan desimeter. Dan tipe terakhir adalah tipe geodetik dual frekuensi yang dapat memberikan ketelitian posisi hingga mencapai milimeter. Tipe ini biasa digunakan untuk aplikasi precise positioning seperti pembangunan jaringan titik kontrol, survai deformasi, dan geodinamika.

Selain itu alat ini sekarang juga banyak digunakan sebagai alat navigasi. Beberapa jenis kendaraan kini juga telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu. Dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ini juga sekaligus pertanda bahwa makin banyak bidang aplikasi yang potensial yang dapat ditangani dengan menggunakan GPS.

Sebagai informasi, alat ini mulai dikembangkan tahun 1973 dan beroperasi dengan sempurna pada tahun 1994. Cakupan GPS meliputi seluruh tempat di dunia, beroperasi secara terus menerus serta tidak bergantung pada cuaca. GPS dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang sama. Informasi yang diberikan GPS adalah posisi 3D, kecepatan, serta informasi waktu.

[ dikutip dari berbagai sumber ]

, , ,