Hari Ini:

Kamis 27 Jul 2017

Jam Buka Toko:

Jam 08.00 s/d 18.00 WIB

SMS/Whatsapp:

08157988779

BB Messenger:

7E7424C0

Email:

2ndchoices@gmail.com

Layanan Online:

Testimoni

Pembayaran Melalui

Bagaimana Membuat Blog Yang Berkharisma?

09 April 2012 - Kategori Blog

Apa yang membuat sebuah blog memiliki pengaruh? Banyak yang berpendapat bahwa ada hubungannya dengan tingginya traffic dan kuatnya loyalitas pembaca. Hal itu tak sepenuhnya salah. Traffic dan loyalitas pengunjung hanyalah buah dari kuatnya kharisma sebuah blog. Begitu blog tersebut memancarkan kharisma, mampu menarik perhatian pengunjung dan mempertahankan perhatian itu, maka si pemilik bisa mempengaruhi para pengunjung blognya.

Bagaimana membuat blog jadi berkharisma? Kuncinya ada pada postingan. Posting artikel harus mampu menembus sampai level emosional pengunjung. Mampu menghipnotis mereka. Mampu mengikat mereka secara emosional, dengan penyampaian seperti yang mereka inginkan. Tak peduli mengenai tema yang diusung. Yang penting bagaimana mengemasnya. Bagaimana artikel tersebut disajikan seperti yang memang mereka mau. Karena itu kita tak lagi bisa bersikap egois terhadap isi posting. Tapi posting yang ditulis memang benar-benar yang diinginkan pembaca. Gaya posting seperti apa yang diinginkan pengunjung? Kebanyakan pemilik blog sukses akan menjawab seperti sifat di bawah ini :

  1. Sederhana
    Semua orang suka yang mudah dan sederhana. Kalau bisa dipahami dengan satu kata, tak perlu sampai beberapa paragraf. Maka penting untuk memastikan bahwa setiap postingan yang disajikan selalu sederhana, supaya pembaca bisa langsung menangkap maksudnya. Sekalipun yang disampaikan berat temanya. Namun kalau bisa menyampaikannya dengan sederhana, pengunjung pasti akan sangat berterimakasih. Yakinlah dan cari selalu cara paling simpel untuk menyampaikan ide-ide pada pengunjung. Kesederhanaan bisa membuat pengunjung lebih dekat. Kesannya, kita adalah blogger pintar tapi bisa menjelaskan dengan cara yang mereka inginkan. Kalau sudah begitu, mereka bisa ketagihan datang berulang-ulang ke blog dan tak melewatkan setiap posting yang dibuat.

  2. Kejutan
    Semua orang akan merasa senang dengan kejutan. Kejutan yang menyenangkan akan membuat pengunjung merasa postingan yang disajikan selalu segar. Informasi yang disampaikan tak basi. Bagaimana membuat kejutan? Gunakan cara yang berbeda. Kita bisa ambil cara pandang baru atau pendekatan baru dalam postingan. Atau bisa juga dengan menggabungkan dua pendekatan menjadi satu. Intinya, tampil beda!

  3. Konkrit
    Posting yang disampaikan betul-betul konkrit. Bisa dipraktekkan langsung oleh pengunjung blog. Artinya apa yang disampaikan betul-betul nyata dan bukanlah karangan belaka. Menulis posting yang konkrit bisa memicu pembaca untuk cepat ACTION. Mereka akan mencoba hal-hal yang disampaikan. Karena itu penting sebelum menuliskannya, perlu mencobanya terlebih dulu. Agar para pengunjung tak tersesat dengan isi posting. Coba bayangkan saja kalau tak mencobanya terlebih dahulu dan ternyata yang disampaikan keliru, maka kredibilitas menjadi berkurang dan bahkan mereka akan beranggapan isi posting tak valid. Setelah itu sangat mungkin mereka enggan datang ke blog kita.

  4. Kredibilitas
    Blog sukses pastilah memiliki kredibilitas. Bahwa suatu blog layak dipercayai. Bahwa blog tersebut memang menghadirkan informasi yang layak diikuti. Untuk mendapat kredibilitas memang tak gampang. Jauh lebih mudah untuk menghancurkannya. Membangun kredibilitas harus dibangun sedikit demi sedikit dan butuh proses. Sedang untuk menghancurkannya sangat mudah. Tinggal melakukan tindakan yang tak terpuji maka dalam detik itu juga kredibilitas blog akan hancur. Blog tersebut tak lagi dipercayai. Karena itu jaga baik-baik kredibilitas blog. Kepercayaan yang telah diserahkan pengunjung pada blog adalah aset tak ternilai yang harus dijaga. Bangun kepercayaan pengunjung lewat posting dan lewat cara berinteraksi dengan mereka. Bangun komunikasi yang intensif. Berikan ilmu yang kita tahu pada mereka dan bantu mereka memecahkan persoalan yang tengah dihadapi.
[ dikutip dari berbagai sumber ]

, , ,