Hari Ini:

Kamis 27 Jul 2017

Jam Buka Toko:

Jam 08.00 s/d 18.00 WIB

SMS/Whatsapp:

08157988779

BB Messenger:

7E7424C0

Email:

2ndchoices@gmail.com

Layanan Online:

Testimoni

Pembayaran Melalui

5 Langkah Detoksifikasi di Rumah

13 March 2012 - Kategori Blog

Detoksifikasi kini telah menjadi bisnis yang menggiurkan di berbagal penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Tapi, detoksifikasi juga dapat dilakukan secara mandiri di rumah, seperti yang disarankan oleh Dr. Maoshing Ni penulis buku The Secrets of Self-Healing.

Sebenarnya, tubuh manusia secara alamiah dilengkapi dengan sensor dan perangkat proses pembersihan dari aneka racun. Tetapi terlalu banyak gula, kafein, makanan olahan, stres, dan terlalu sedikit olahraga dapat memperlambat reaksi tubuh dalam melakukan fungsi detoksifikasi. Akibatnya, badan tidak dapat membersihkan diri bila menghadapi peningkatan jumlah zat berbahaya dan racun di lingkungan. Toksin atau racun dapat berasal dari pestisida, formaldehida dalam permadani dan kosmetik, plastik, dioksin, produk kertas, dan banyak lagi. Tubuh akan memproses dan menghilangkan beberapa bahan kimia yang masuk, tapi sebelum itu akan disimpan dulu dalam hati, paru-paru, ginjal, sel-sel lemak, intestines, aliran darah, dan kulit, yang dapat memicu penyakit kronis. Bila kita melakukan detoksifikasi, maka kita akan mendapatkan penawarnya dari dalam tubuh.

Kapan perlunya detoksifikasi? Menurut Maoshing, tanda-tanda awalnya berupa kelelahan, penurunan memori, kesulitan memusatkan perhatian, alergi dan infeksi, lekas marah, kegelisahan dan depresi, masalah bobot tubuh, sembelit, pegal-pegal, diare, serta gangguan pencernaan. Jika hal-hal tersebut telah terasa, sebaiknya mulai melakukan proses detoksifikasi yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Mulai sedikit demi sedikit, bertahap dari program satu hari terus meningkat hingga sepekan atau lebih. Berikut adalah 5 langkah untuk program harian detoksifikasi di rumah :

1. Minuman

  • Minum sekitar 12 ons lemon hangat. Lemon mengaktifkan hati untuk melepaskan toksin serta membantu untuk membersihkan dan memindahkan ampas-ampas yang berada di belakang intestines.
  • Konsumsilah suplemen acidophilus atau probiotic. Acidophilus adalah salah satu dari bakteri ‘baik’ dan kini lebih dikenal sebagai probiotic, yang menyeimbangkan fungsi-fungsi intestinal, membantu mencerna makanan dan mengendalikan bakteri ‘jahat’ yang berada dalam sistem tubuh. Kesemuanya itu berguna untuk mengoptimalkan proses detoksifikasi.

2. Menu Harian

  • Sarapan: Makan bubur, beras merah, atau sereal gandum, yang tak mengandung bahan kimia atau gula. Campurkanlah dengan susu kedelai misalnya jika doyan.
  • Makan siang atau makan malam: Kombinasikan kacang-kacangan, beras merah, tepung gandum, sayuran dan ayam organik, atau produk berbasis kedelai. Rasakan kombinasi mana yang paling cocok. Jika merasa lelah dan lesu coba makan penganan kecil, sehingga proses detoksifikasi di dalam tubuh tidak terganggu dan berjalan alamiah.

3. Makanan Hijau
Pigmen hijau pada tanaman, kloropil, secara struktural mirip dengan hemoglobin – elemen kandungan zat besi dalam darah – dalam tubuh manusia. Pigmen itu dapat memacu produksi sel darah merah dan meningkatkan oksigen, sirkulasi serta detoksifikasi. Karena itu, pastikan mengonsumsi sayuran hijau tiap hari selama proses dektoksifikasi. Coba pula mengonsumsi jus super-cleansing sebagai cara cepat meningkatkan asupan veggie. Tambahkan sebanyak mungkin kaldu dalam godokan sayuran seperti kubis, sawi, lobak, rumput laut, jamur shitake, bawang putih, jahe dan kunyit. Didihkan semua racikan itu hingga meresap dan merata. Buat dalam porsi besar, sehingga dapat dipanaskan kembali sampai tiga hari. Untuk jus, campurkan lidah buaya, apel, asparagus, kubis, wortel, seledri, timun, dan pasterseli. Pastikan produk-produk itu tidak mengandung garam atau kimia.

4. Suplemen

  • Minumlah satu sendok makan suplemen minyak biji dan lenan (Linum usitatissimum), minyak walnut (Juglans) atau minyak ikan laut dalam.
  • Teh hijau merupakan antioksidan paten dan merupakan minuman pas untuk program detoks.
  • Dandelion dan susu bisa melindungi dan memperbaiki hati, yang menurut metode pengobatan China, merupakan organ paling aktif dalam proses detoksifikasi dalam tubuh.
  • Jahe juga cocok untuk detoksifikasi, terutama untuk pemurnian usus dan ginjal. Coba minum teh jahe selama proses detoksifikasi.

5. Berendam
Berendam dengan ramuan herbal selama 20 menit juga baik, dengan kandungan eukaliptus, peppermin, fennel, cinnamon, gaultheria dan garam (epsom).

[ dikutip dari berbagai sumber ]

, ,